Tribun Jambi - Jumat, 1 Juni 2012 14:04 WIB
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Menurut warga di lokasi kejadian, dompeng itu bukan milik warga Desa Purwobhakti. Mereka resah, karena aktivitas dompeng itu telah berlangsung selama sekitar tiga bulan di desa mereka.
Air sungai Batang Tebo menjadi keruh dan tercemar akibat keberadaan dompeng di sana. Begitu juga dengan tebing pinggir sungai yang runtuh terkikis karena disedot pipa dompeng. Sedangkan di pinggir sungai itu, ada kebun karet warga yang terancam longsor jika aktivitas itu tidak dihentikan.
“Makanya tadi kami sepakat untuk mengusir mereka karena takut tebing longsor. Tengoklah air sungai sangat keruh,” sebut salah seorang pria yang ikut dalam aksi massa itu.
Kesal dengan keberadaan penambang emas tanpa izin (PETI) yang beroperasi di wilayah mereka. Puluhan Warga Purwobakti, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo melakukan penyerangan, Kamis (31/5) sekitar pukul 15.30. (*)
Penulis : heru
Editor : nani













0 komentar:
Posting Komentar